YUK LIRIK TEKNOLOGI “PENYEMBUH” TANAH YANG TERKONTAMINASI ALA BELANDA!!!

Warga dunia mana yang tidak mengenal Belanda, sebuah negeri yang terkenal dengan rekam jejak budaya inovasi yang sangat luar biasa. Budaya inovasi di Belanda telah banyak memberikan sumbangsih bagi kehidupan umat manusia.

gambar 1 (sumber: http://innovationsfromholland.com/about/)

download (3)

Pada tahun 2014, kapabilitas dan hasil inovasi Belanda menempatkan negara ini di peringkat kelima setelah Swiss, Inggris, Swedia dan Finlandia pada Global Innovation Index, yang dipublikasikan oleh Cornell University, INSEAD dan World Intellectual Property Organization. Prestasi Belanda ini tidak dapat dilepaskan dari peran pemerintah yang amat sangat sadar terhadap aspek apa saja perlu dibenahi di De Oranje.

gambar 2 : Inovasi di Empat Elemen

IMG_20150331_021819-1

Dan pemerintah Belanda juga tidak pernah mengabaikan bahwa negaranya sebagai sebuah wilayah dimuka bumi selalu akan berkaitan dengan empat elemen penting air, api, udara, dan tanah. Elemen terakhir ini sangat krusial bagi semua aktivitas sehari-hari warga Belanda. Sustainable development pun menjadi pertimbangan penting mengapa kesuburan dan kualitas tanah sangat diperhatikan oleh pemerintah. Bahkan, pemerintah Belanda melalui Kementrian Infrastruktur dan Lingkungan-nya merumuskan segudang hukum dan regulasi komprehensif terkait tanah, beberapa diantaranya Soil Protection Act (Wet bodembescherming- Wbb) dan Environmetal Protection Act (Wet milieubeheer-Wm). Soil Protection Act ini menjelaskan aturan terkait pencegahan kontaminasi tanah sedangkan Environmental Protection Act menjelaskan aturan terkait keharusan adanya izin yang dikeluarkan bagi pihak-pihak tertentu, contohnya, perusahaan, yang ingin melakukan aktivitas eksplorasi di atas tanah, seperti pendirian bangunan dan semacamnya. Kemudian Soil Remediation Circular 2009 muncul sebagai suplemen bagi Soil Protection Act dimana menjelaskan guidelines mengenai zat-zat yang dianggap berbahaya bagi tanah, kriteria remediation dan fokus tujuan dari remediation itu sendiri. Suplemen hukum ini juga sebagai bentuk penajaman dari Soil Remediation (interem) Act 1983 yang menjelaskan bahwa tanah harus dipulihkan sampai tanah itu bersih sesuai ambang batas tertentu.

Mungkin saat kita bicara regulasi yang mengatur elemen tanah, kita terheran-heran, apa sebetulnya soil remediation itu sendiri? Dari sisi ini pula tulisan ini akan mengulas mengenai inovasi Belanda dalam mengembangkan teknologi soil remediation yang sangat berguna bagi peningkatan kualitas tanah di Belanda.

Pertama-tama, soil remediation secara sederhana dapat didefinisikan strategi koletif terkait pemulihan dan pemurnian tanah. Salah satu peristiwa penting yang memunculkan ide soil remediation di Belanda adalah polusi tanah di pemukiman di wilayah Lekkerkerk, dekat Rotterdam pada tahun 1980. Pada awalnya soil remediation di Belanda menggunakan berbagai pendekatan dari teknik sipil, teknik agrikultur dan geologi seperti excavation (penggalian), isolation (isolasi), groundwater extraction (ekstrasi air tanah) atau installation of sheet pile-walls (instalasi dinding penahan tanah/turap). Akan tetapi kesemua teknik ini dianggap terlalu mahal, memakan waktu lama serta membutuhkan proses isolasi dan kontrol yang ketat di site-site tertentu.

Sebagai alternatif terhadap masalah ini, Belanda akhirnya mengembangkan sebuah inovasi yaitu teknik “(energy) cost-effective in-situ soil remediation”. In situ soil remediation adalah pemindahan zat-zat berbahaya dari tanah tanpa memindahkan tanah itu sendiri sehingga aktivitas yang ada diatas tanah masih bisa berlangsung dan tidak ada evakuasi manusia besar-besaran. Dari sekian banyak inovasi in situ soil remediation, electro-bioreclamation adalah metode paling populer.
Teknik electro- bioreclamation sangat ampuh untuk membersihkan kandungan kerosin, klorin, petroleum diesel, minyak, percholoroethylene (PCE), dan PAH dalam tanah dan mampu menstimulus pertumbuhan mikro organisme baik dalam tanah.

gambar 3: Alur Elektro-BioReclamation

20150331_022513-1

gambar 4 : Kinerja Alat Electro-BioReclamation (sumber :  Hak Milieutechniek BV.)

IMG_20150331_005633-1

Lebih detailnya, bagan diatas dapat dideskripsikan sebagai berikut:
1. Tanah dipanaskan dengan alternating current/ gelombang elektrik AC (bolak-balik) dan dikombinasikan dengan proses ekstrasi uap air tanah. Perpaduan ini akan meningkatkan temperatur di tanah yang berguna untuk mengurangi kelembapan relatif di sumber air tanah dan meningkatkan konduktivitas hidrolik di tanah. Kondisi ini kemudian akan membuat zat-zat berbahaya dalam tanah seperti PCE akan mudah terlepas dari partikel tanah. Selain itu, konsentrasi PCE dalam air tanah juga naik sehingga partikel zat ini akan mudah terlepas (groundwater extraction). Selanjutnya, tekanan uap air dari komponen-komponen organik dalam tanah meningkat saat suhu tanah naik, bersamaan dengan itu, daya larut gas dalam air tanah turut menurun. Keseluruhan tahap ini dapat juga disebut efek physicochemical.
2. Di samping proses tersebut, ada pula efek biological degradation. Tahap ini membutuhkan donor elektron (sumber karbon), nutrients (nitrogen and phosphorus), dan penerima elektron. Naiknya temperatur tanah akan merstimulus asam humat dan fulvat yang akan larut di air tanah dan dapat menimbulkan reaksi layaknya donor elektron. Proses ini kemudian akan menyebakan reaksi enhanced reductive dechloranation (ERD). Pada akhirnya, secara berkala, atom chloride akan digantikan dengan atom hidrogen yang akan mereduksi zat-zat berbahaya yang terkandung dalam tanah. Untuk lahan plume, proses pemanasan tanah bukanlah suatu keharusan kerena menginstal elektoroda tidak dianjurkan di lahan ini.
3. Pada tahap terakhir tanah akan membentuk resistance dengan menghasilkan efek Joule. Saat semua zat-zat berbahaya sudah semakin berkurang maka temperatur tanah akan menurun.

Electro-bioreclamation sudah terbukti berhasil diimplementasikan untuk memperbaiki kualitas tanah di Zeist, yang terletak di propinsi Utrecht. Zeist ini pada awalnya adalah kawasan pabrik silver yang tanahnya sudah terkena polusi chlorinated solvents seperti percholoroethylene (PCE) pada tahun 1991. Bukan itu saja, karena adanya degradasi tanah, zat-zat lain seperti trichloroethylene (TCE), a- cis-1,2-dichloroehtylene (c-DCE), volatile organic compounds (VOC) dan vinyl chloride (VC) juga turut terdeteksi. Secara total, kontaminasi di daerah ini mencakup 3.500 m².

Pemerintah daerah setempat sempat menggunakan teknik penggalian (exvacating) tanah yang terkena polusi dan memasang instalasi sistem pump and treat akan tetapi setelah bertahun-tahun teknik ini tidak berhasil memberikan progres signifikan terhadap lenyapnya zat-zat berbahaya dalam tanah di daerah tersebut. Di tahun 1998 pemerintah daerah Utrecht meminta kontraktor untuk mencari solusi atas masalah ini dan dipilihlah teknik electro-bioreclamation. Dalam kurun 2,5 tahun saja zat VOC yang terangkat sekitar 80 kg. Proses pemulihan yang berlangsung 4,5 tahun akhirnya memberikan hasil memuaskan di area yang kini sudah menjadi pemukiman penduduk.

Keberhasilan Belanda dalam in-situ soil remediation menunjang pertumbuhan sektor bisnis yang memiliki spesialisasi dan “menjual” teknologi electro-bioreclamation ini. Bahkan, negara seperti Jepang juga tertarik membeli lisensi teknologi electro-bioreclamation dari beberapa perusahaan di Belanda agar dapat diterapkan untuk memperbaiki kualitas tanahnya. Sejumlah negara seperti Swedia juga ikut terinspirasi untuk menciptakan sekaligus mengembangkan inovasi teknologi in situ soil remediation berlandaskan konsep electro-bioreclamation ini.

Singkat kata, Nothing is impossible if we work with an innovative initiative, even to mend the contaminated soil. Teknologi electro-bioreclamation ini, tidak bisa dimungkirin, telah berkontribusi secara khusus bagi pemeliharaan tanah dan lingkungan secara umum.

REFERENSI : 

Godschalk, Bass. Heat the soil and Pollutuion will disappear: Electro- Reclamation of VOC. 2005. Netherlands : Hak Milieutechniek BV.

Khan, Faisal., et. al. An Overview and analysis of site remediation technologies. Journal of Environment Management 71, 2004

Roosma, Anneke., et. al. Successful Combination of Remediation Techniques at a Former Silver Factory. 2006. Wiley Interscience.

Orberg, Maja. Innovative in situ remediation techniques in the Netherlands: Opportunities and barriers to application in Sweden. 2007. Master’s Thesis at Lulea University of Technology.

http://www.environmental-expert.com/products/electro-bioreclamation-130974

http://www.hollandwater.com/en/about-us/about-holland-water-0

http://hollandsludgetechnology.com/woudenberg.html

http://www.iamexpat.nl/read-and-discuss/expat-page/news/netherlands-ranked-5th-2014-global-innovation-index

http://innovationsfromholland.com/about/

Advertisements

Fate of Graduates

Graduation. This world sounds such a simple but it has a big meaning for someone’s life. However, many people still think that after being a graduate relaxing and being lazier for a while are common. According to me this assumption is totally wrong.

 

toga

 

 

Being a graduate is the happiest moment for a lot of people having studied hard in several years in university. Their efforts are finally “paid” by a pride and certification plus transcript. All graduates absolutely realize that their brains have been “scorching” by attending a variety of courses,  reading a a lot of books, accomplishing various assignments and finishing examinations. In this point, some graduates will think that after graduation, they deserve a pleasure time. They want to pamper themselves, go to shop (for females), hang out in clubs and take holiday in beach or aboard.

Surely, relaxation is not illegal. But, most of graduates are finally sunk within the continuing euphoria. As a result of this situation, they forget to plan their future, to decide their long-term needs, or maybe the simplest thing is that they are likely to miss a momentum for finding who they are or what strength and ability they have.

If they, then, wake up, realize their mistakes, and repair their state of being left behind, it is a good sign. They (optimistic graduates) can put more focus on applying jobs, taking additional courses, and/or preparing for further degree. Otherwise, the disaster will happen if graduates get depressed and do not know what they should do and take when their friends have moved forward faster. “The desperate graduates” like them frequently assume that working is main aim and blame government as only one responsible side for their fate.

There is no deny that each government, in fact, has big task to open more and more job fields every single year for their citizens. However, it is not wise for us, as citizens, to ignore the fact that government possibly has weakness. In addition, if global economic atmosphere is not supporting government to open more and more jobs.

Furthermore, desperate graduates also start to compare their home countries with other more developed countries whereas they do not act enough for anything.This kind of situation can trigger them to try to dissipate their sadness and pessimism by adding their level of getting pleasure, and push them over the brink.

So what are the best tips?

As people having better knowledge and education, graduates must be aware from the first time that today we live in competitive era in which every single minute will be such a crucial to bring a big step for them. After getting degree, it’d better to

1. refresh your mind through smart-short holiday and journey in nature so you can gain positive energy

2. try to apply jobs and do the test held by employers. The more you apply for jobs, the better you know your minus, and observe whether you are suitable or not for certain jobs.

3. if failing to get job, take plan B, you can apply for higher degree’s programme. To challenge yourself, apply scholarship! (I am convinced scholarships from core countries are easy to find).

4. While waiting for announcement from employer or scholarship donors, you can increase your level of foreign languages (English, Spain, Japan and etc) or be an entrepreneur and/or freelance. At least do not let your time be in vain.

5. trust your advanced quality and be optimistic that the struggle you have taken will lead you to the best achievement you deserve to get

Lupakan Sejenak Hollywood dan Bollywood. Belanda, Negara Cinta Film

Jika bicara negara dengan distribusi film paling massive, secara spontan di benak mengatakan Amerika dan India. Akan tetapi perihal pelestarian film, mari kita coba pindahkan lirikan mata ke Belanda.

220px-SolserHesse

 Gambar: Film Gestoorde Hengelaar

Belanda sebetulnya merupakan salah satu negara yang mempunyai budaya film yang sangat kuat. Sudah tidak terhitung jumlah film Belanda yang didaftarkan pada berbagai festival film internasional dan dinominasikan di Academy Award. Bahkan film film Belanda sering memenangkan Piala Oscar Contohnya, Antonia di tahun 1995 dan Character di tahun 1997 untuk kategori film berbahasa asing terbaik, serta Father & Daughter untuk kategori film animasi pendek terbaik di tahun 2000.

Pernyataan filmmaker terkenal Belanda Johan Van der Kauken bahwa “movie is on top of all forms of art”[1] pun menghanyutkan imajinasi ini seberapa jauh seni film yang sangat dipuja.

Dan Belanda sadar betul jika film bagian dari jati diri dan seni dengan karakteristik lokal yang harus terus dipromosikan ke generasi berikutnya dan masyarakat dunia.

Cara pandang bangsa Belanda yang luas terkait film sebagai aset nasional itulah yang sepertinya memotivasi pendirian EYE Film Museum di Amsterdam, yang resmi dibuka 5 April 2012. Museum ini sebetulnya adalah hasil merger Holland Film, The Netherlands Instituut voor Filmducatle, The FilmBank dan The Film Museum (dulunya museum cinematography). Unifikasi ini seakan simbol upaya tak kenal lelah Belanda dalam memayungi berbagai kepentingan di dunia perfilmannya apapun genre filmnya.

cn_image.size.eye-film-institute-amsterdam-h545-wm

EYE op

Gambar: EYE Film Museum

EYE sama dengan “perpustakaan” nan luar biasa lengkap yang memanjakan para profesional dan penggemar film. Siapapun diyakini terhipnotis dengan koleksi 37.000 judul film, 60.000 poster, 700.000 foto dan slides [2], serta 1.900 majalah dan 30.000 buku [3]. Terdapat pula kumpulan soundtrack dan peralatan film baik kuno maupun modern. Mega koleksi tersebut termasuk film bisu Belanda pertama bergenre slapstick (komedi), Gestoorde Hengelaar yang diproduksi tahun 1896 dan film kartun asing, contohnya The Adventures of Mole garapan kartunis Ceko, Zdeñek Miler.

Tidak hanya itu, komitmen Belanda mengembangkan dunia perfilman tanpa diskriminatif secara total tercermin dengan kesediaan EYE untuk menampilkan hasil karya dari para sineas amatir sekalipun film tersebut bersifat dokumenter dan tidak terlalu terkenal. Tak lupa “ikatan batin” antara pengunjung dengan seni film ditingkatkan melalui penyelenggaraan pameran, workshop bahkan diskusi di EYE.

Di EYE keingin-tahuan, ketertarikan dan rasa memiliki terhadap film diarahkan untuk terus berakumulasi jika menginjakkan kaki ke tiga ruangan berbeda yaitu:

Panorama yang memamerkan bermacam dokumentasi scene film digital layaknya album foto,

di sepanjang dinding ruangan. Pengunjung bisa mengubah tampilannya dengan panel kontrol berteknologi touch screen.

 

op

Gambar: Di dalam ruang Panorama

 

Pods, berkonsep kabin dengan sofa dan layar Cinemascope dimana pengunjung dapat melihat klip film baik scene per scene maupun secara utuh. Di sini pengunjung pun tak bosan dengan adanya kuis digital terkait dunia perfilman.

Playground, menyuguhkan instalasi interaktif dan atraktif yang menjelaskan sejarah perkembangan film.

Singkat kata, Belanda melalui EYE telah menjadi pioner pendirian museum film yang tidak hanya mampu mengarsipkan kembali film film dari periode paling kuno hingga kontemporer tetapi juga menyuguhkan integrasi antara konsep futuristik dan teknologi digital tinggi. Dua Jempol!

Sumber:

[1] http://www.filmbirth.com/netherlands.html

[2] http://www.eyefilm.nl/en/collection/films

[3] http://cinematreasures.org/theaters/38265

Belanda Jago Tani. Salt-Soil Potatoes, Yummy!

Belanda memang dikenal dengan teknologi kanal dan road safety-nya yang canggih. Namun di sisi lain, jiwa pioner bangsa Belanda juga tercurah pada sektor agrikultur.

 various-types-of-potatoes

Gambar: Kumpulan Kentang

Lebih dari 50 percent dari 41.500 km² lahan di Belanda digunakan untuk pertanian [1]. 10 percent dari total perekonomian Belanda pun digerakan oleh sektor pertanian yang merangkul sekitar 50.000 petani. Tidak heran jika Belanda adalah eksportir hasil pertanian kedua terbesar di dunia dengan rata-rata ekspor diatas 50 milyar euro/tahun. Data terakhir bahkan menyebutkan nilai ekspor agrikultur 72,2 milyar euro pada 2011 melambung hingga angka 75,4 milyar euro di tahun 2012 [2]. Dan komoditas pertanian andalan negeri berpenduduk 16,4 juta orang ini adalah bit, kentang, gandum, tomat, timun dan berbagai jenis bunga dan umbi.

Yang patut diacungi jempol segala pencapaian ini justru membuat para peneliti Belanda tidak berhenti putar otak untuk membawa sektor pertaniannya menuju puncak paling tinggi. Terlebih lagi mereka sangat sadar bahwa tantangan dalam menjamin food security (keamanan pangan) bagi negaranya semakin berat.

Mungkin sebagian orang terkaget mendengar jika kurang lebih 125.000 hektar tanah pertanian di Belanda tidak ramah bagi perkembang biakan banyak tanaman [3] termasuk kentang. Kondisi ini bisa disebabkan oleh naiknya air laut, perubahan iklim dan temperatur kering. Dan biasanya tanahnya bersifat salty yang diprediksi pula luasnya akan terus bertambah tahun demi tahun.

Fakta tersebut mendorong pakar science Arjen de Vos dari Universitas Vrije Amsterdam mengadakan eksperimen terhadap 30 varietas kentang hasil persilangan di kepulauan Texel, utara Amsterdam yang dimulai 2009.

zilt

Gambar: Lahan Kentang di Texel [4]

Pemilihan objek percobaan berupa kentang diyakini karena kentang memiliki ekonomis yang tinggi dimana semua orang dari segala umur dapat menikmatinya.

Hebatnya, banyak pihak yang antusias membantu keberlangsungan eksperimen ini. Tiga perusahaan agrobisnis, Fobek, Biemond, dan Zlit Proefbedrijf tak segan segan memberikan support, salah satunya dengan pendirian “stasiun research” di Texel.

Ini cukup membuat kagum, bahwa komunitas non-science di Belanda sangat menghargai banyak aktivitas penelitian dengan begitu mereka tergerak berkontribusi layaknya pioner itu sendiri.

Hasilnya, meskipun 28 varietas tidak dapat bertahan hidup, paling tidak pada tahun 2011 telah dinyatakan 2 jenis kentang dapat dipanen. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa eksperimen yang tanpa melibatkan rekayasa genetik apapun serta hanya mengandalkan pada ketepatan ilmu pengetahuan, keterampilan serta kepekaan meyilangkan kentang bibit unggul dengan kentang yang resistan terhadap air dengan kadar garam, mampu menciptakan kentang pertama di dunia yang toleran ditanam di tanah yang berkadar garam di atas rata rata.

Salt-soil potatoes ini merupakan masa depan sektor pangan dan dapat menjadi solusi ditengah semakin menyusutnya volume air bersih untuk irigrasi tani dan kualitas tanah. Selain itu, varietas baru ini bagus bagi penyegaran bisnis pertanian dimana petani memperoleh cara alternatif untuk memproduksi makanan pokok sekaligus memuaskan konsumen yang sifat aslinya adalah akan selalu mencari cita rasa berbeda untuk memanjakan lidah mereka.

Akhirnya, salt-soil potatoes adalah bukti yummy-nya semangat sang pioner yang justru tumbuh karena ditempa situasi alam yang tidak sempurna

Sumber :

[1] http://www.hollandtrade.com/sector-information/agriculture-and-food/?bstnum=4909

[2] http://www.government.nl/news/2013/01/17/agricultural-exports-rise-to-75-billion.html

[3] http://buzzaurus.com/food/growing-potatoes-in-saline-soil/

[4] http://www.freshplaza.com/news_detail.asp?id=83917

Spanyol dan “Tu Y Yo”

Sebuah kemajuan jika hasil belajar bahasa kita menempuh jenjang atau progress selanjutnya. Saya sedang mendalami bahasa Spanyol dan tahap paling menyenangkan adalah saya sudah mula paham membaca artikel -artikel pendek (masih terbatas pada urusan bola) dan mendengarkan lagu lagu spanyol (genre dance).

images

Musisi spanyol favorit saya adalah Juan Magan, Danny Romero dan Jose de Rico dan semuanya punya basic DJ. Lucunya, semua lagu mereka kebanyakan menggunakan kata-kata “tu y Yo” (kamu dan aku kalau dalam bahasa Indonesia). Kalau sudah begini tema lagunya sudah bisa ketebak adalah soal “love”.

Kayaknya musisi-musisi Spanyol adalah tipikal yang romantis dan menjunjung tinggi kebersamaan. Mereka sangat memuja kata-kata tu y yo dalam lagu mereka. Perlu bukti?!

Lagu Sientelo-nya Jose de Rico :

Ya tú sientes
El ritmo que te prende
Contigo es diferente
Estar juntitos siempre tú y yo.
Ya se enciende
La pista está caliente
Te mueves de repente
Yo te tengo en mi mente
Siempre, amor.

Lagu Tu Y Yo-nya Juan Magan (ini pasti udah keliatan dari judulnya)

Tú y yo en la pista moviéndonos
Yo no sé bailar pero admite que tengo flow
Oye vamos hacerlo uoh-oh-oh-oh-oh
Vamos a perder el control oh-oh-oh-oh.

Tú y yo
No habrá otro de par a par
Estrellas fugaces en la oscuridad
Baby, ya no pienso en nadie más
Solo en nosotros.

Lagu Amar no es pecado-nya Danny Romero 

Hay yo te quiero tener, yo te quiero ver cada día y cada mes. Besarte, tocarte toa, sentir que tu eres mia mujer. Esto no es pecado, y si estoy equivocado que se acabe el mundo.. Te amo mi niña, mi corazón, y en lo mas profundo lo sabes.
El cielo azul se vuelve negro cuando no te vé.. Tu solo estás conmigo en mis sueños mientras te deseo y quiero que sepas que yo te ame, yo te amo y te amaré por siempre y solo somos tu y yo [x6]

(yang terakhir bahkan sampai 6 kali..sungguh niat sekali)

Kata-kata tu y yo setidaknya memaksa saya juga bisa meresapi semangat saling menghargai dengan sesama (bukan cuma sama orang yang kita cintai tetapi juga dengan lingkungan). Amin

Review of “Night Shades”.

Son las ocho por la noche. Estoy escuchando album nuevo de Cobra Starship. (It is 8 pm. I am listening to new album of Cobra Starship).

Cobra Starship is a American pop rock/synthpop band, including 5 members namely Gabe Saporta, Victoria Asher (Vicky-T) , Nate Navarro, Ryland Blackinton, and Alex Suarez

“Good Girl Go Bad” from “Hot Mess” album in 2009 was the first song of Cobra Starship I listened to. Then I put efforts to find its other songs.

 I could say that almost all Cobra Starship’s old songs presented wild and naughty lyrics ( you’d better think yourself what I mean) with rock-pop-electoronic nuance, making my head move to the right and the left and having my feet hit the floor. Cool, I thought it would be good time to escape from “comfort zone” of listening “truly love songs” or “hard-rock songs” that served a dire anger”. Briefly, I was  smitten with this band.

After two years making and recording process,  30 August 2011, Cobra Starship has released its fourth album, “Night Shades” in which its smashing-hit “You Make me Feel” describing ordinarily about a man’s attempt to find the girl he’s been missing, makes us jump so high because of the its  modern pop-dance beat completed by nice Sabi voice. Similarly, a teasing dance beat is still offered in “#1 Nite”  even if it is less powerful than that of “You Make Me Feel”. And for anyone  wanting only to drink and feel the cold night atmosphere at the club without spending lot energy in dance floor, this song is proper choice.

Furthermore, fans need to be ready from a ballad “You Belong To Me” that is dominated by drum sound, and “Anything For Love” that will please ears with 80’s beat.

Other songs also give us  new concepts. “Middle Finger”  surprises listeners with a rap sensation,  wonderful combination of voices of Gabe and Mac Miller, and rock beat from guitar sounds that will hypnotize us.  Meanwhile,  A jokey lyric in  “Fool Like Me” brings us to imagine if we are watching a fun-funny cabaret and “Disaster Boy” is  like an in-depth conversation between Gabe and Vicky-T accompanied by beautiful keytar effect.

Finally, “Shiwck” seems to be influenced by British style, perhaps like we are listening to Sophie Ellis Bextor.

To sum up, Cobra Starship has looked not being trapped in their old-style however they  still offer ear-catching tunes in “Night Shades”. Besides,  this album contains less wild/naughty lyrics so that it becomes more mature and meaningful. Fans and newbie will surely be addicted to it.

(Lunyka/ from many sources)

The lost boy has come back

Estoy feliz en la manana (Saya happy di pagi ini) dengan terkantuk-kantuk sehabis sahur untuk menonton pertandingan Spanish Super Cup, sebab setidaknya debut pertama Cesc Fabregas bersama klub masa kecilnya tidak mengecewakan. Dia tampil dengan memberikan kontribusi yang cukup signifikan pada laga ini dan mengantarkan El Barca merebut title pertamanya di musim 2011/2012.

To know more, Ustedes puedan leer este articulo (Anda sekalian dapat membaca artikel ini).

Cesc Fabregas made his Barcelona debut as a late substitute and helped the Catalans seal the Spanish Super Cup by beating Real Madrid 5-4 over two legs.

The former Arsenal captain, who signed on Monday for around £35m, came on as an 82nd-minute substitute after Karim Benzema looked to have sent the tie into extra-time by levelling it at 2-2.

But minutes after he appeared, Lionel Messi hit a late winner – his second goal – to make it 3-2 on the night.

Real’s Marcelo was sent off at the end.

The Brazilian full-back was given a straight red card for hacking at Fabregas in injury time, an incident which led to an ugly melee on the sidelines before the full-time whistle was blown.

Barcelona, who had never before beaten Real on aggregate in a Spanish Super Cup, started the match with the same starting XI that defeated Manchester United in the Champions League final in May.

sumber :http://news.bbc.co.uk/sport2/hi/football/14568305.stm

Dan dengan permulaan yang cukup menyenangkan ini, semoga Cesc dapat memberikan sumbangan lebih kepada El Barca untuk La Liga yang sebentar lagi akan bergulir dan yang pasti Liga Champion. I hope  si anak hilang akan sukses menemukan apa yang dia cari di klub Catalan ini.